I just don't Want to lose This...

Keep them longer, 'cause sometimes they wear out from my mind...

Pages

Showing posts with label Muse. Show all posts
Showing posts with label Muse. Show all posts

"segala sesuatu ada harganya"

Tiap orang harus melakukan sesuatu untuk bertahan dan itu ada harganya
dan tiap orang telah diajar bahwa bekerja untuk kepentingan diri sendiri dianggap tamak, terkhusus jika terlalu kentara
Hanya saja..
Hampir semua orang telah berbuat dengan prinsip "for the greater good"
walau, sebenarnya, lebih tepat dengan "for the greater interest"..

Kita telah berbuat dengan mengorbankan diri -- apa pun yang kita punya
dan kita menganggap diri kita, jika hanya seorang diri, tidaklah pantas untuk hidup..
Maka kita berusaha memosisikan diri pada kepentingan yang lebih besar, supaya kepentingan seorang dimaklumkan.
Kepentingan itu, adalah modal..
dan modal yang dianggap besar sekarang adalah uang..
Padahal uang tidak bisa mencapai "The Greater Good"
dan ketamakan menjadi bias..
Tetapi kita terus membayar, terus berkorban..
Melepaskan diri sendiri..
Melepaskan diri dari kemanusiaan..
dan kita menjadi uang.

Begitu juga Bumi, sebagai representasi kehidupan kita.
Bumi telah menjadi uang.. dan dia sekarat

Sang "aku" dan sang "asing"


Jauh di dalam diri, kita merindukan sosok diri sendiri.. mmm.. sosok sang "ada".. sang "aku".. yang seakan akan hilang ketika kita datang dalam kemasyarakatan. Kita tersesat, tidak bisa melihat lagi karna yang ada.. yang terlihat adalah orang lain.. ini juga disebabkan oleh karena masyarakat menuntut untuk melihat orang lain.. meniru para saudari/a dalam pencarian diri.. mengamati orang lain untuk mencari perbedaan.. untuk menjadi yang berbeda.. seperti mereka juga melakukan hal yang sama.. kita semua melakukan hal yang sama..
Kita ingin menjadi yang berbeda..
Sia sia..
Mencari di antara kawanan yang tersesat..
Semakin kita mencari perbedaan diri di dalam kemasyarakatan semakin kita tersesat.. sama seperti masyarakat yang tersesat..
Sia sia...
Ya, beberapa orang tau.. tetapi beberapa lainnya tidak..
Kemudian mereka yang frustasi memaksa untuk meniadakan beberapa bagian masyarakat secara radikal.. supaya mereka bisa mendeklarasikan ke"aku"annya ketika tidak ada yang lain.. tidak ada saudara... sebagai sang asing..
...

Rapalan di ataas Bukit

                                                                                          : Bagian I
Di bawah matahari yang membuta
tak ada yang tak kering di atas. 

Seorang lelaki dan wanita
kering pula mereka,
dan tak ada yang lebih kering dari mereka

(jika kau melihat kerut jiwanya)

mereka berada, mereka berjalan
lama, sendrian di atas bukit gersang.

terdapat lingga batu, tahulah mereka:
"inilah tujuannya," kata sang pria

"marilah kita lakukan," sahut sang wanita

                                                                                          : Bagian II

Bersama-sama mereka memulai:

    "mari...

    1. Ne'ed, mahkluk buas yang sedih dan penyedih. Tetaplah kau sedih, seperti pada mulanya, saat ini, dan selama-lamanya. Sedihlah karena setiap kejahatanmu. Biarlah tak ada yang menebus. Dan biarkan sedihmu merayapi jiwa kami tetapi jangan terlalu dalam.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    2. Ne'ed, pembisik - pembisik yang tidak benar. Perusak jiwa-jiwa. Penyeret malaikat-malaikat ke dalam genangan hampa. Gesekan-gesekan angin malam pembeku sanubari, lingkupi kami tetapi jangan telan.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    3. Ne'ed, kau yang dibenci iblis dan diratapi para dewa. Si kambing hitam yang rakus dan kasar. Tabiat tercela di setiap bagian kehidupan. Biarlah kau selalu dijauhkan dan diasingkan, hanya dengan begitu kau bisa lebih dekat. Datangi kami, tetapi jangan peras kami.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    4. Ne'ed, telah dikurung lebih dari seribu hari dan tetaplah begitu. Teruslah tak berpengharapan karena kau sudah dikecewakannya. Kau tak akan pernah dilepaskan dan diberi pengampunan. Kau harapan kami tetapi jangan kecewakan.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    5. Ne'ed, dibawah kutuk dan pembawa kutuk. Terkutuklah kau karena mengutuki segala. Kata-kata hitam beterbangan bagai kelelawar malam. Kutuki musuh kami tetapi jangan diri kami sendiri.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    6. Ne'ed, dalam alam kertakan gigi kau tinggal. Di tengah jeritan-jeritan jiwa membentang sampai cakrawala merah. Perlihatkan kami alam itu tetapi janganlah masukkan kami.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)


    7. Ne'ed, hasrat-hasrat pertama, yang pernah dicintai dan dibanggakan. Biarkan kami bangga terhadapmu tetapi janganlah kami mencintaimu.

(Datanglah, di bawah perintahku, Dengarkanlah, patuhi perintahku)

        ...

                                                                                             : Bagian III
Oleh rapalan di atas bukit:
    muncul,
    Ne'ed, yang namanya disesuaikan dengan sifatnya,
    Sang legenda ketakutan,
    Ia yang tak boleh diketahui,
    yang harus disembunyikan,
    ...
    yang tak ada seorang hidup... pernah melihat."


                                                                                             : Catatan...
    Rapalan di Atas Bukit,
    Hari, tanggal dan tahun tak boleh disebutkan.
    Tertanda: seorang yang pernah tersesat dalam alam "Bersarkh"...

A Lovely Room

For twenty days she had not slept because
her little cute boy had been getting cold.

For the whole twenty four hours, she nursed him
and watched his pale face drawing pain.

Inside his room she brought two towels
which were used to compress his sickness.

Finally, the day the boy became conscious
came to the mother and gave her happiness.

For twenty days she had not slept because
her little cute boy had been getting cold.

The little boy opened his eye lids as he woke up
and watched over his whole lovely room.

At last, his eyes met his mother eyes.
The mother smiled to him, and he smiled.

He said, "Mother, what are you doing here?
Why don't you move and just clean this room?"

Lucky Sands

Do you think that you are trapped in a box?
Or do you think you are incapable to go anywhere?

Hahaha...
Just listen those sands under your feet!

They are tickling your bare feet
Are you not going to smile?

You should smile! Like the dwarves say,
"your big teeth are worth more than ten golden."

D'ya see those nice little white sands?
They do not have any leg, but ...
D'ya see? They are going to explore the whole ocean!
You should cheer up, Girl!

Let's laugh together in this fine beach
together with those sands
Later we're going to say, "adieu!" for them
At this sunset, a warm wave is going to pick them...

Everything will be alright, we believe!

A Message:

Side A:
           You are the image of God
           God reigns inside your heart
           Therefore, listen to your heart
           Be silence until you hear God

Side B:
           You choose for yourself
           You choose to be whom, so be it
           And be responsible
           Be committed

Do Not Do Any Shameful Thing

You -------------- Always Know Whenever -- People -- Are Lying.
Those People -- Always Know Whenever --- You ----- Are Lying.
Therefore, Do Not Do Any Shameful Thing.

Silent Saturday

... Yet you can do nothing to bring you home. Because all things are under His will.
Let it be, is the only thing that you must do. And keep expressing your gratitude is the wisest one. No need begging and crying like a baby. He is very kind, you know it, you have understood it...

Thanks Lord...

Sunday of Palm

Which one you want to hear?
-The truth...
... or...
-The answer that makes you happy

(Mark 14: 60-64)